Sunday, January 27, 2008

Opening day of the boardingschool


Last Saturday, the Pondok Pesantren my friend and I have planned was openned. The pondok was built with the generousity of Pak Zulfi, a Kudus origin. My friends and I are simply think and work on its "software". All the hardwares are from Pak Zulfi.


Cerita tentang pondok ini datang saja tiba-tiba kepada saya melalui SMS. Seorang teman di Krapyak menawari saya untuk mengelola sebuah pondok di kawasan Timoho. Saya sama sekali tidak tahu apa maksud dia mengelola sampai kami semua kemudian bertemu di rumah sang waqif (Pak Zulfi).

Ada lima orang yang dimintai tolong untuk mengelola pondok ini. Waktu itu baru bulan Desember dan Kami harus segera menyusun segela hal yang terkait pondok ini sebelum Januari akhir.

Dengan gerak cepat kami mengadakan serangkaian pertemuan hingga menghasilkan sebuah konsep pondok yang "memadukan tradisi dan modernitas; memelihara lokalitas dan belajar dari luar."

Seperti biasa, saya belum bisa banyak cerita. Insyallah kapan-kapan saya akan menulisnya lagi lebi detil.

Salam,
Arif

continue reading...

Tuesday, January 8, 2008

Reuni Jogja 2008

Ahad lalu, kami bertemu kembali setelah sekian lama berpisah. Anak-anak ini sudah berpisah lama, ada yang bahkan sudah lebih dari 13 tahun! (Saya sendiri, bertemu teman saya Syakir baru dalam reuni ini, oh).

Kami harus berterimakasih kepada tuan rumah, Pak Nurcholis, dan teman-teman pendukungnya, balakurawa alumni yang sedang kuliah di Jogja. Sebagai ucapan terimakasih, saya buatkan video untuk teman-teman. Semoga ini menjadi pengobat rindu juga bagi mereka yang tidak bisa hadir.





continue reading...

Sunday, November 18, 2007

Pesanggrahan HB II

The rear perspective of the site

It's very unfortunate when you live close to a historic site and you have never visited it. That really happens a lot to me. Yesterday I had to pay one site I have missed. I visited the site of Pesanggrahan Hamengkubowono II.

To be honest, I can't tell more as I don't know anything about the site. I am just very very familiar with it for it is located only 300 meters away, or less, from my house. I brought my kids and saw what now is just ruins.


The welcoming board: cultural sanctuary...


The gate

inside the gate

Welcoming salute!










Who is Hamengkubuwono II?

Hamengkubuwono II (7 Maret 1750 - 2 Januari 1828) atau terkenal pula dengan nama lainnya Sultan Sepuh. Dikenal sebagai penentang kekuasaan Belanda, antara lain menentang gubernur jendral Daendels dan Raffles, sultan menentang aturan protokoler baru ciptaan Daendels mengenai alat kebesaran Residen Belanda, pada saat menghadap sultan misalnya hanya menggunakan payung dan tak perlu membuka topi, perselisihan antara Hamengkubuwana II dengan susuhunan surakarta tentang batas daerah kekuasaan juga mengakibatkan Daendels memaksa Hamengkubuwono II turun takhta pada tahun 1810 dan untuk selanjutnya bertahta secara terputus-putus hingga tahun 1828 yaitu akhir 1811 ketika Inggris menginjakkan kaki di jawa (Indonesia) sampai pertengahan 1812 ketika tentara Inggris menyerbu keraton Yogyakarta dan 1826 untuk meredam perlawanan Diponegoro sampai 1828. Hamengkubuwono III, Hamengkubuwono IV dan Hamengkubuwono V sempat bertahta saat masa hidupnya.

Tahun 1812 Raffles menyerbu Yogyakarta dan menangkap Sultan Sepuh yang kemudian diasingkan di Pulau Pinang kemudian dipindah ke Ambon
.


continue reading...